Prospek Bisnis Kopi Dunia Tetap Cerah


Total pasar kopi global yang senilai USD 102,02 miliar pada tahun 2020  diproyeksikan akan terus tumbuh dan bakal mencapai CAGR setidaknya sebesar 4,28% selama periode perkiraan 2021-2026. Prediksi itu sudah mencakup semua jenis kopi baik Whole-Bean, Ground Coffee, Instant Coffee, Coffee Pods and Capsules.  Tak salah, PROSPEK BISNIS KOPI  di level dunia masih sangat cerah.


Pasar utama pengimpor dan konsumen kopi di Eropa, Amerika Utara, dan Asia berada di tengah krisis COVID-19. Pemerintah telah memberlakukan langkah-langkah, seperti jarak sosial dan penguncian, yang berdampak besar pada kafe, pemanggang mikro, restoran, dan gerai luar rumah lainnya. Namun, tren belanja online untuk konsumsi di rumah saat ini memaksa pengecer, pemanggang roti, dan konsumen untuk beradaptasi dengan kenyataan baru ini. Oleh karena itu, faktor ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi kopi di seluruh dunia. Misalnya, perusahaan seperti Nestlé SA telah melaporkan permintaan ritel yang kuat untuk produk makanan dan minuman secara global, mencapai pertumbuhan penjualan kelompok organik 4,4% pada kuartal pertama 2020. Penjualan kopi sangat kuat karena konsumen menimbun barang-barang penting selama pandemi.



Bentuk kemasan kopi yang mudah dikonsumsi, seperti pod kopi dan kapsul dan kopi instan, menjadi populer di kalangan massa (terutama di Amerika Utara dan Eropa Barat) untuk menyiapkan kopi yang enak dalam kenyamanan rumah, dalam waktu yang lebih singkat. Misalnya: menurut survei yang dilakukan oleh National Coffee Association di Amerika Serikat, lebih dari 70% konsumen lebih memilih persiapan kopi di rumah.


Pasar didorong oleh banyak faktor, beberapa di antaranya adalah meningkatnya permintaan akan produk kopi bersertifikat, penerimaan sistem pembuatan kopi satu porsi oleh konsumen, dan inovasi terus-menerus yang dipimpin oleh pemain top di pasar kopi. Di negara maju, beberapa konsumen diharapkan beralih dari kopi instan ke pilihan yang lebih premium karena alasan kualitas dan rasa. Kopi instan pernah dianggap sebagai produk kelas atas tetapi mulai kehilangan basis konsumen yang lebih muda, yang mengubah dinamika pasar.


Bergantung pada produksi kopi, negara-negara, seperti Brasil dan Vietnam, menyumbang produksi kopi tertinggi, dalam hal volume, karena kondisi penanaman kopi yang sesuai. Dengan produksi 3,6 miliar metrik ton kopi hijau, Brasil adalah produsen terbesar secara global, diikuti oleh Vietnam, Kolombia, Indonesia, dan Ethiopia.


Bacaan Lain: 

  • Rahasia Dapur Dari Sukses Starbuck
  • Belajar Dari Sukses Chairul Tanjung Yang  Modal Nol
  • Cari perusahaan yang berjalan baik untuk diakuisisi sahamnya
  • Aneka Benefit Bila Sebuah Perusahaan Menjadi Perusahaan Publik / TBK
  • Strategi restrukturisasi hutang korporasi
  • Cara-Cara Efektif Untuk Melakukan Efisiensi Perusahaan
  • Penjualan Mobil dan Motor Astra Jeblok di 2020
  • Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Perusahaan Go Public (IPO)

  • Lebih baru Lebih lama