Jurus Jitu Menjadi Pengusaha Importir Yang Sukses

Menjadi pebisnis yang hidup dari memasarkan produk impor sekarang ini menjadi peluang yang menarik. Maklum, tingkat konsumsi produk di dalam negeri makin banyak dengan kebutuhan produk dan barang yang beraneka ragam. Sedangkan di luar negeri banyak produk bagus yang belum ada di Indonesia atau kalaupun ada harganya jauh lebih mahal. Sudah wajar bila kemudian terpikir untuk menjadi importir produk itu di Indonesia dan memasarkannya di Indonesia.  Saatnya pebisnis muda belajar bagaimana JURUS DAN TIP MENJADI PENGUSAHA IMPORTIR yang sukses  dan survive di bidang EXPORT-IMPORT (EXIM). 


Menjadi pengusaha importir bisa dilakukan siapa, tidak harus oleh mereka yang anak pengusaha. Juga tidak harus dilakukan pengusaha keturunan Tionghoa. Siapa saja bisa menggeluti bisnis ini. Yang penting mau belajar dan berani memulai, serta aktif membangun jaringan bisnis di luar negeri sebagai sumber pasokan barang yang akan diimpor dan jaringan bisnis dalam negeri untuk penjualan dan distribusi. 


Jurus Sukses Importir


Yang juga penting, memulai bisnisnya step by step. Jangan langsung bermimpi besar, langsung punya pabrik besar. Bisnis bisa dimulai dari mengimpor barang dagangan dari luar negeri yang punya pasar bagus di Indonesia. Jaman sekarang peluang bisnis banyak, yang penting ulet dan sabar menekuni sembari terus belajar.

Banyak  pengusaha yang sukses menjalankan bisnis impor, kulakan dari luar negeri. Lalu, jualannya melalui para agen di seluruh Indonesia yang ia tunjuk dan juga melalui jualan online di berbagai ecommerce dan market place seperti Shopee dan Bukalapak. Omset dia sudah miliaran per bulan.

Bisnis impor memang sangat menjanjikan dan sebenarnya memiliki peluang besar untuk dikerjakan oleh siapapun yang mau bekerja keras untuk sukses.  Pebisnis impor biasanya punya margin keuntungan yang bagus. Selain dari keuntungan yang besar, Anda pun bisa memperluas networking bisnis hingga ke mancanegara. Semakin banyak kolega bisnis di luar negeri, Anda bisa mendapatkan banyak tentang pengetahuan tentang impor yang Anda belum ketahui. Bisnis impor juga memiliki daya saing yang rendah, sehingga peluang Anda untuk sukses semakin besar

Untuk mencari produk yang diimpor, saat ini sumber informasi sangat banyak. Bisa melalui jaringan sosial media internasional, hingga ke pameran dagang.  Di China banyak sekali pabrik yang khusus dibuat untuk memproduksi barang dengan merek sesuai pesanan pembeli. Nyaris barang apa saja bisa diproduksi disana. Dari mulai casing HP sampai sandal dan perabot listrik.  

Namun untuk membeli dari barang dari luar negeri memang perlu hati-hati. Kita perlu pintar mencari penjual yang memberikan harga terbaik namun tetap menawarkan kualitas barang yang baik pula. Hal ini selain dapat menaikkan laba, juga bisa menghemat biaya pengeluaran untuk pembelian barang. Hal lainnya yang perlu diperhatikan ialah modal yang cukup. Salah satu hal yang menjadi tantanfan dalam bisnis ini ialah modal yang besar. Hal ini dikarenakan sebagai seorang importir, stok barang perlu selalu tersedia, agar pelayanan ke konsumen cepat dan menghemat pengiriman barang dari luar negeri.

Dalam hal pembayaran misalnya, kita butuh hat-hati dalam mengurusi LC/SKBDN Impor yang memberikan keamanan pembayaran bagi Nasabah karena pembayaran hanya dilakukan jika dokumen yang diterima telah sesuai dengan syarat dan kondisi LC/SKBDN. 


Hal pertama yang bisa dicoba adalah mencari tahu kebutuhan market dan jenis pasar yang akan disasar. Kita perlu memahami jenis pasar yang ingin dituju. Tujuannya agar saat memulai bisnis impor barang, cara pemasaran yang digunakan dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran.  Namun, jika Anda belum mengetahui target pasar yang dituju, bisa dimulai dari bisnis yang kita sudah pengetahuan terhadap pasarnya. Kita mesti mempelajari apakah target pembeli untuk barang yang akan kita jual ini cukup luas atau tidak.



Pilih Jenis Produk yang Cocok dengan Target Pasar. Ada banyak jenis produk yang bisa diimpor dari China, seperti mainan anak-anak, produk fashion, produk kebutuhan rumah tangga, atau produk unik dan lucu. Pilih produk yang sesuai dengan target pasar yang telah anda tetapkan. Jika Anda mengkhususkan target pembeli kepada ibu rumah tangga, produk kebutuhan rumah tangga impor dari China bisa menjadi pilihan yang tepat. Produk kebutuhan rumah tangga dari China ini memiliki berbagai variasi, seperti peralatan dapur, pemotong buah dan sayur, hingga rak khusus dapur tersedia. Tinggal Anda cari produk China Home Daily yang ingin diimpor.

Sebaiknya untuk tahap awal, memulai dari impor barang yang memiliki durasi kadaluarsa yang panjang. Tidak gampang rusak dan jualannya sulit.  Lalu, belajarlah untuk memahami Peraturan Undang-Undang tentang Bisnis Impor. Jika Anda serius terjun dalam bisnis importir barang dari China, pastikan Anda memahami peraturan perundang-undangan Pabean di Indonesia dan di China. Jangan sampai Anda mengalami kerugian karena ketidaktahuan tentang peraturan dan hukum di Indonesia. Beberapa peraturan yang perlu anda pahami adalah ketentuan Impor barang kiriman, standarisasi dan penilaian keseuaian (SNI), dan badan pengawas obat dan makanan (BPOM). Selain berisiko kehilangan uang, Anda bisa ditangkap karena melakukan pengimporan yang tidak sesuai dengan undang-undang alias ilegal.


Pilih Produk yang Unik dan marketnya besar


Mengimpor barang palsu dapat menjadi masalah didalam negeri

Banyak perusahaan China memproduksi barang kw atau palsu dari barang-barang merek terkenal. Hindari mengimpor barang kw atau palsu. Tujuannya agar Anda tidak tersandung dengan masalah peraturan dan hukum tentang hak paten. Jangan sampai barang yang diimpor ke Indonesia disegel dan disita oleh Pejabat Bea dan Cukai. 

Bayangkan berapa banyak kerugian yang diderita atas penyegelan dan penyitaan? Oleh karena itu, pilihlah produk dengan merek asli China. Selain terhindar dari masalah hukum, Anda menjual produk impor otentik asli buatan China.


Cari Dan Riset Data Supplier yang Tepercaya Di Luar Negeri


Hati-hati terhadap penipuan. Permasalahan yang sering terjadi saat mencoba berbisnis impor barang dari China adalah kesulitan mencari supplier yang tepercaya. Banyak sekali importir yang terkena penipuan, Supplier tidak mengirimkan barang yang di janjikan kepada pembeli. Untuk menghindari risiko bertemu dengan supplier nakal, Anda bisa mengajukan trade insurance di aplikasi Aliexpress atau Alibaba.  Selain itu, pastikan supplier yang bekerja sama dengan Anda di marketplace tersebut memiliki reputasi baik. Hal ini biasanya ditandai dengan gold verified. 


Bangun Jaringan Market dan jalur distribusi dalam negeri


Pasar dalam negeri harus serius dibangun. Kembangkan jalur distribusi dan bangun beberapa agen. Jangan bergantung ke satu agen atau satu distributor saja. Karena kalau satu agen mati, maka tamatkan bisnis impor kita. Untuk manajemen resiko, bangun beberapa agen. Idealnya per kota ada satu agen. Kalau tak bisa, setidaknya tiap agen diberi wilayah pasar sendiri agar tidak saling kanibal. Carilah kawan yang sudah lama kenal dan jujur untuk menjadi agen. Kalau perlu bantu ia dari sisi permodalan, pengetahuan dan jaringan untuk membesarkan pasar di areanya. Mereka adalah ujung tombak dari market bisnis Anda.  Tunjuklah anak buah untuk mengelola masing-masing area agar bisa fokus. Berilah pelayanan pelanggan yang prima ke mereka. 


Gunakan Jalur Online


Jalur online baik untuk sourcing maupun penjualan semakin penting. Untuk jalur sourcing atau pembelian, media online Alibaba memiliki SOP yang terpercaya

Ada berbagai banyak jalur untuk mengimpor produk dari China. Salah satunya melalui jalur online. Dengan menggunakan jalur online, seperti jalur marketplace online, misalnya Alibaba.com, Anda bisa mendapatkan produk-produk China yang diinginkan. 

Selain itu, jalur online lebih praktis dan mudah. Anda tidak perlu mengurus berbagai dokumen atau membutuhkan prosedur apa pun. Biaya pengiriman barang untuk sampai ke Indonesia pun telah ditanggung oleh pihak toko online atau marketplace. 

Carilah 3-4 pemasok utama yang loyal dan bisa diandalkan. Kalau kita punya 4 sumber impor, akan membuat bisnis stabil dan bisa saling menutupi bila ada yg gagal. Jangan hanya bergantung satu pemasok dari luar negeri. Bila yaang satu itu collaps, perusahaan kita juga bisa ikut collaps. 


Bacaan Terkait : 


Lebih baru Lebih lama