Berencana Jual Perusahaan Ke Investor? Hal Berikut Ini Perlu Dipertimbangkan Sebelumnya



Pertimbangan Sebelum Jual Perusahaan / Bisnis

Setiap tahun, banyak perusahaan dalam berbagai skala bisnis yang berpindah tangan karena dijual sahamnya. Beberapa pemilik perusahaan ada yang memutuskan untuk pensiun dan istirahat dari hiruk-pikuk bisnis, yang lain mungkin memang sedang butuh modal baru untuk memanfaatkan peluang pasar. Bisa juga pemilik menjual perusahaannya karena tidak punya generasi penerus karena anak-anaknya tidak ada yang mau melanjutkan bisnis orang tuanya. Tapi bisa menjual perusahaan demi membayar hutang yang lain karena punya utang besar. Deal-deal penjualan perusahaan itu terjadi di berbagai bidang bisnis, mulai dari bisnis restoran, toko ritel, perusahan jasa TI, perusahaan properti, bank, perusahaan kontraktor hingga perusahaan jasa dan manufaktur.

Jika kinerja perusahaan yang akan Anda jual berjalan baik ( sukses),  mungkin mudah menemukan calon pembeli dan perwakilan para investor memang akan secara aktif mencari peluang untuk membeli bisnis Anda atau sering menghubungi Anda, dan bahkan mungkin segera disertai dengan perkiraan penawaran awal. 

Tetapi sebelum memutuskan untuk menjual perusahaan dan  ada sejumlah pertanyaan yang harus dijawab atau diselesaikan. Jika Anda berencana jual perusahaan ke investor, perlu mempertimbangkan kembali hal-hal tertentu agar semuanya berakhir dengan baik sesuai yang diharapkan, dan bukan sebuah  penyesalan. 


Pertanyaan yang perlu dipertimbangkan sebelum menjual bisnis atau saham perusahaan Anda


Apa Yang Akan Anda Lakukan Setelah Menjual Perusahaan Anda? Setelah itu mau ngapain? 

Bagi banyak pemilik perusahaan, memiliki bisnis sama dengan memiliki kesibukan.  Sehingga bila akan menjual perusahaan, harus sudah siap dengan pertanyaan apa yang bakal dilakukan setelah tak punya perusahaan itu. Ketika perusahaan tentu ia sudah tak aktif lagi di perusahaan itu. Kesibukan mungkin akan hilang.  Ini perlu diantisipasi, jangan post power sindrom atau kehilangan gairah hidup.  Pikirkan apa kegiatan anda setelah menjual perusahaan itu. Rencanakan! 


Selain itu, sebelum memutuskan untuk menjual perusahaan Anda, pastikan Anda memahami semua akibat finansialnya.  Setelah saham dijual, beberapa benefit seperti deviden tahunan akan  hilang, tapi di lain sisi, Anda akan mendapatkan uang banyak di depan.  Ini membutuhkan perubahan gaya hidup. Tapi bisa jadi perubahan gaya hidup itu memang sesuatu hal yang memang anda harapkan atau anda cari karena sudah capek mengelola usaha, sudah saatnya istirahat dari hiruk-pikuk operasional. 


Apakah anak-istri Anda setuju jika Anda menjual perusahaan Anda?

Pertanyaan ini penting karena banyak perusahaan keluarga yang tujuannya bukan sekedar uang, namun juga untuk bantu saudara, menampung kerja tetangga dan banyak hal lain.  Artinya, sebaiknya anggota keluarga harus diberi tahu soal rencana  jual perusahaan,  jangan terjadi konflik yang membuat investor juga bingung untuk membelinya karena suara keluarga berbeda-beda. Sebab itu, agar fair, perlu ditanyakan juga sikap keluarga Anda bila perusahaan dijual. Kecuali kalau penjualan saham perusahaan itu memang sebuah keharusan atau keterpaksaan  karena untuk menambal hutang-hutang keluarga, dan kewajiban lain.

Siapa Yang Anda Harapkan Menjadi Pembeli Saham? 

Calon pembeli saham perusahaan itu banyak, bentuk lembaganya bermacam-macam. Dari yang skala-nya kecil hingga besar. Bisa investor keuangan, namun bisa juga investor strategis.  Pembeli bisa perusahaan yang punya bisnis lain tapi butuh jasa perusahaan seperti perusahaan Anda untuk memperkuat rantai bisnis. Bisa juga karena investor memang ingin berekspansi ke ceruk pasar baru yang belum dimiliki.  Sebagai penjual, Anda harus bisa menjelaskan apa keunikan dan keunggulan perusahaan Anda bisa menarik minat pembeli. Tempatkan diri Anda pada posisi calon pembeli untuk menentukan pemicu atau daya tarik untuk membeli. Cara paling mudah untuk mendapatkan pembeli, cari dan tanya ke orang yang memang punya banyak jaringan ke investor.


Hilangkan  hal-hal yang akan menghambat deal penjualan perusahaan !

Apa kekurangan yang terlihat jelas dari perusahaan Anda? Apakah omset penjualan menurun atau meningkat? Jika ya, mengapa? Apakah produk atau layanan Anda tidak lagi relevan dengan calon pelanggan Anda? Apakah harga Anda relatif tinggi terhadap pesaing Anda? Ukurlah dan nilai secara obyektif perusahaan Anda.

Beberapa area spesifik yang dapat dengan mudah menjadi hambatan antara lain:

Catatan Akuntansi yang Buruk. Kurangnya catatan keuangan yang lengkap dan akurat adalah hal yang tidak bisa dipungkiri bagi kebanyakan akuisisi bisnis. Catatan keuangan Anda adalah satu-satunya tampilan ke masa lalu, yang menggambarkan kemajuan keuangan - atau ketiadaan - perusahaan Anda. Mencoba menjual bisnis Anda tanpa catatan yang baik mungkin berarti Anda hanya menerima sebagian kecil dari nilai aslinya.

Keberadaan konsultan akuisisi dan divestasi bisnis itu penting untuk membantu Anda dalam transaksi. Anda mungkin baru akan sekali melakukan transaksi cari investor atau jual saham perusahaan, sedangkan konsultan spesialis bidang itu memang sudah menjadi pekerjaannya, sudah berkali-kali deal. Anda mungkin baru akan pernah sekali nego harga jual-beli saham, sedang konsultan spesialis akuisisi itu sudah berkali-kali terlibat nego deal akuisisi dan sudah tahu celah-celah dalam negosiasi dan pola-pola yang biasa dipakai. 

Kalau Anda memaksakan diri untuk melakukan deal sendiri, mungkin bisa, namun value Anda akan tidak maksimal dan Anda rawan ditipu karena tidak punya banyak pengalaman di bidang ini.  Agar lebih mulus dalam proses, Anda perlu pendamping konsultan yang ahli di bidang itu. Mereka bukan hanya berpengalaman deal, namun mereka juga punya list investor yang menjadi calon pembeli potensial untuk saham perusahaan yang akan Anda jual. 

Bila perusahaan Bapak butuh investor atau pembeli saham karena akan menjual perusahaan atau untuk keperluan akuisisi saham atau investasi, kami punya jaringan investor yang siap melakukan akuisisi perusahaan yang ingin dijual oleh pemegang sahamnya. Tapi tidak berminat di perusahaan yang masih skala kecil sekali.  


Silahkan hubungi kami di :  
HP/WA:  0812 8554 5155  (Adhi)



Lebih baru Lebih lama