Kinerja PT Mark Dynamics Indonesia Tahun 2020 : Penjualan Dan Laba Bersih Meroket

Kinerja PT Mark Dynamics 2020 fantastis


Krisis makro ekonomi karena pandemi Covid tak membuat semua pelaku industri bermuram durja. Sejumlah perusahaan di Indonesia tetap berkinerja sumringah, termasuk produsen cetakan sarung tangan kesehatan berbasis porselen, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK). Luar biasa, selama tahun 2020, MARK berhasil mendapatkan laba sebesar Rp 144,19 miliar atau meningkat sebesar 63,85% jika dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp88 miliar.


Dijelaskan Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh, melonjaknya laba bersih perusahaan disebabkan keberhasilan perseroan dalam melakukan penetrasi pasar baru serta strategi produksi untuk mencapai efisiensi dan peningkatan kualitas produk. Ini terlihat dari data, selama 2020, MARK mencetak penjualan tertinggi sepanjang sejarahnya, Rp 565,44 miliar, naik 56,39% dari tahun 2019 sebesar Rp 361,54 miliar. Margin laba kotor perusahaan mencapai 42% dengan nilai sebesar Rp236,79 miliar.


Volume produksi MARK mampu meningkat sebesar 22% menjadi 8,8 juta pieces di tahun 2020 dibandingkan dengan 7,2 pieces di tahun 2019. Kenaikan permintaan cetakan sarung tangan ini otomatis akan mendorong kinerja perseroan lebih positif. MARK sendiri adalah penguasa pasar global untuk cetakan sarung tangan. Per tahun 2020, MARK telah mencakup market shares sebesar 35% dengan kapasitas produksi sebanyak 800 ribu pieces per bulan. "Gaya hidup baru akan pentingnya kesehatan mendongkrak penjualan sarung tangan, sehingga cetakan sarung tangan menjadi peranan penting dalam produksi sarung tangan," tutur Ridwan dalam keterangan persnya, Senin (12/4/2021).


Pelanggan setia MARK sampai saat ini adalah beberapa pemain utama produsen sarung tangan di pasar internasional, yakni Hartalega, Top Gloves, Kossan, dan Sri Tang. Selama pandemi Covid-19, MARK berhasil melebarkan sayapnya sampai Tiongkok, mendapatkan kepercayaan dari pemain-pemain besar seperti Intco, Zhong Hong Pu Lin, dan BlueSail.


Selama tahun 2020, MARK menjadi tujuan utama produsen sarung tangan dunia, hal ini menjadi pendorong bagi meningkatnya average selling price (ASP) sekitar 15%. MARK bahkan telah mengantongi kontrak penjualan sebesar sekitar US$70 juta untuk pengapalan pada 2021.


"Produk perseroan semakin diminati para pembeli sarung tangan secara global. Pada kontrak mendatang selain Malaysia, produsen sarung tangan juga berasal dari beberapa negara seperti China, Thailand, Vietnam, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat,” ujar Ridwan.

Lebih baru Lebih lama