Laba Bersih Citibank Indonesia Semester I 2020: Rp 1,4 Triliun



Pada semester pertama 2020, Citibank N.A., Indonesia (Citibank) melaporkan Laba Bersih sebesar Rp 1,4 Triliun. Selama periode berjalan Citibank meningkatkan cadangan kerugian kredit, yang mencerminkan penurunan outlook makro ekonomi sebagai akibat pandemi COVID-19. Namun demikian Citibank tetap mencatatkan kinerja yang positif, termasuk mencatatkan Return on Equity dan Return on Assets sebesar masing-masing 15,5% dan 4%. Di tengah ketidakpastian ekonomi, Citibank tetap memiliki tingkat kecukupan modal yang sangat baik dengan mencatatkan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 26%. Disamping itu, selama semester pertama 2020, jumlah Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 8,4% menjadi sebesar Rp 59 trilliun.

Citibank tetap memiliki tingkat likuiditas yang sangat baik dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang relatif stabil di angka 78,5% serta Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar masing-masing 232% dan 132%. Selain itu, Citibank juga terus menjaga kualitas kredit, dimana bank melaporkan NPL Gross dan Net masingmasing sebesar 2,5% dan 0,3%.

Chief Executive Officer Citibank N.A., Indonesia Batara Sianturi mengatakan, “Ditengah situasi akibat pandemi ini, kami berkomitmen untuk terus menjaga tingkat likuiditas perusahaan. Saat ini neraca kami memiliki kapasitas untuk terus melayani serta mendukung kebutuhan finansial dari para nasabah kami. Dengan penekanan yang kuat pada manajemen resiko serta keselamatan dan kesehatan para karyawan serta nasabah, kami siap dengan berbagai kemungkinan skenario yang akan terjadi serta berkomitmen untuk terus melayani dengan memegang prinsip kehati-hatian,” kata Batara.

Di lini Institutional Banking, Citibank terus membantu klien dalam menavigasi volatilitas di pasar serta dipilih sebagai mitra yang stabil dalam lingkungan ekonomi seperti saat ini. Dalam Markets and Securities Services, Citibank mendukung para klien dengan memanfaatkan platform Citi Velocity dan kemampuan eksekusi secara elektronis. Dalam Treasury and Trade Solutions, terus bekerja dengan klien untuk mempertahankan operasi mereka, mengelola rantai pasokan serta mengoptimalkan modal kerja dan likuiditas yang mereka miliki.

Di Consumer Banking, Citibank dan Garuda Indonesia kembali memperkuat kerjasama dalam layanan Garuda Indonesia Citi Card (GICC), melalui penambahan manfaat serta fitur loyalty program dalam Garuda Indonesia Citi Card. Di tengah keterbatasan mobilitas masyarakat saat ini, Citibank juga turut mengkomunikasikan penggunaan kanal digital bagi para nasabah guna melakukan transaksi perbankan sehari-hari.

Hal ini berkontribusi dalam pertumbuhan 76% dalam hal penggunaan Citi Mobile secara yearon-year hingga Juli 2020. Citibank juga menggelar berbagai seminar Economic Outlook bagi para klien dan investor yang disampaikan oleh Citi Indonesia Chief Economist Helmi Arman. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa normalisasi aktivitas ekonomi terus berlanjut di kuartal 3. Sementara itu resiko terjadinya penarikan arus modal portofolio seperti pada kuartal 1 sudah mengecil.

Sektor perbankan pun diperkirakan tetap sehat dan siap untuk mendukung pemulihan ekonomi setelah gelombang restrukturisasi diselesaikan. “Pemulihan ekonomi akan dimulai dengan normalisasi belanja ritel dan bersifat kebutuhan sehari-hari. Normalisasi belanja untuk barang-barang tahan lama yang bernilai besar akan menyusul belakangan, seiring dengan pemulihan tingkat keyakinan konsumen dan membaiknya ketersediaan kredit”, jelas Helmi.

Lebih lanjut, Helmi menuturkan bahwa permodalan perbankan akan terjaga dengan baik walaupun saat ini menghadapi gelombang restrukturisasi kredit. “Tentunya restrukturisasi kredit akan mempengaruhi kinerja dan profitabilitas perbankan dalam jangka pendek, namun permodalan tidak akan tergerus secara signifikan. Rasio modal perbankan cukup tinggi ketika memasuki masa pandemi. Perbankan masih akan mampu mendukung perekonomian di masa pemulihan,” tutup Helmi.

Citibank N.A.,Indonesia (Citi Indonesia) adalah cabang yang dimiliki secara penuh oleh Citigroup, Inc – New York, Amerika Serikat. Di Indonesia, Citibank telah berdiri sejak tahun 1968 dan merupakan salah satu bank berjaringan internasional terbesar di negara ini. Citibank mengoperasikan 10 cabang di enam kota besar – Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan Denpasar. Di Indonesia, Citibank memiliki jaringan transaksi konsumen sekitar 33.000 titik pembayaran dan jaringan distribusi korporasi sekitar 6.000 lokasi di 34 provinsi. (FHD)



Bacaan lain: 


  • Software Aplikasi Ini Sangat Bagus untuk Mengontrol Kinerja Bisnis
  • Mengenal Cara Kerja Investor Private Equity
  • Strategi Mars Group Bangun Rantai Pasok Cokelat di Indonesia
  • Belajar Dari Sukses Kosmetik Lokal Merek La Tulipe
  • Teladan Kepemimpinan Di Balik Kebangkitan Perusahaan Tekstil Gistex
  • Pasangan Ini Sukses Membangun Jaringan Resto Takigawa
  • Kiprah Lima Sekawan Besarkan Bisnis Pendidikan BSI
  • Robin Wibowo dan Bisnis Furniture Mewah Veranda
  • Belajar Dari Pengusaha Muslim Terkaya Dunia, Azim Premji



  • Lebih baru Lebih lama