REKIND Sukses Menjaga Pertumbuhan Bisnis





BUMN di bidang konstruksi,  PT Rekayasa Industri atau yang lebih populer dengan sebutan REKIND, tanpa banyak gembar-gembor terus mempertahankan laju positifnya dalam bisnis konstruksi. Sejak 2013 hingga tahun 2016 ini kinerja perusahaan plat merah tersebut biru. 

Tak heran PT Rekayasa Industri bisa masuk dalam top list perusahaan kontraktor global atau Top List Global Contractor. Pendapatan REKIND pada tiga tahun berturut-turut adalah 650 juta dollar AS, 948 juta dollar AS, dan 725 juta dollar AS.

Selanjutnya, pada kategori kontraktor internasional yang mensyaratkan pendapatan perusahaan yang berasal dari luar negeri, Rekayasa Industri memiliki catatan sebagai berikut. Pada 2013, pendapatan ada di angka 108 juta dollar AS. Berikutnya, pada 2014, catatan pendapatan ada di posisi 181 juta dollar AS. Terakhir, pada 2015, pendapatan Rekayasa Industri sebesar 110 juta dollar AS.  Kinerja yang cukup moncer, tentunya.

PT. Rekayasa Industri merupakan perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang konstruksi, teknik dan pengadaan barang untuk melayani pabrik-pabrik industri skala besar. Perusahaan ini didirikan di Jakarta pada tahun 1981 oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pada 5 tahun pertama beroperasinya, bisnis utama perusahaan ini adalah melayani industri kimia dan petrokimia. Komposisi kepemilikan saham REKIND saat ini adalah 90,06% dikuasai oleh PT. Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), 4,97% dikuasai oleh PT. Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT), dan 4,97% dikuasai oleh Pemerintah Republik Indonesia.


Majalah Engineering News Record (ENR) menjelaskan bahwa Rekayasa Industri merupakan satu-satunya perusahaan konstruksi asli Indonesia yang masuk dalam jajaran kontraktor global dan kontraktor internasional. Rekayasa Industri berhasil masuk dalam urutan 249 kontraktor global (Global Contractor) dan urutan 229 dalam daftar kontraktor internasional (International Contractor).

Global Contractor versi ENR adalah daftar 250 kontraktor dunia yang mendapat pendapatan terbesar dari jasa konstruksi dalam setahun. Sedangkan, International Contractor adalah daftar 250 kontraktor yang mendapatkan pendapatan terbesar di dunia dari luar negara asal kontraktor. ENR adalah media terkemuka di Amerika Serikat yang menyampaikan berita, analisa, komentar dan data terkait industri konstruksi. 

“Keberhasilan Rekind masuk dalam peringkat The Top 250 International Contractor-ENR, merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi dunia terhadap pencapaian perusahaan EPC (perekayasaan, pengadaan, dan konstruksi) nasional”, kata Jobi Triananda Hasjim, Direktur Utama Rekayasa Industri. PT Rekayasa Industri terus akan fokus pada bisnisnya, membangun fasilitas industri dan rantai pasokan berupa dukungan industri manufaktur, fabrikator, dan layanan konstruksi bidang sipil.
Lebih baru Lebih lama