Alasan-Alasan Yang Mendorong Pemilik Perusahaan Menjual Bisnisnya (Saham Perusahaan)


Ada banyak alasan mengapa seorang pemilik bisnis atau pemegang saham perusaaan untuk memutuskan menjual bisnisnya. Bagi sebagian orang, keputusan ini dibuat semata-mata karena alasan keuangan, bagi sebagian lainnya, faktor gaya hidup yang berperan sebagai katalis


Berikut ini alasan paling umum untuk menjual bisnis:


Karena Ingin Pensiun

Pensiun adalah salah satu alasan paling umum yang diberikan untuk menjual bisnis. Ketika saatnya tiba Anda ingin meninggalkan dunia kerja, jika tidak ada yang cocok, atau berkeinginan, untuk mengambil alih bisnis Anda, maka pilihan terbaik adalah menjual. Manfaat menjual karena pensiun adalah sering tersedia cukup waktu untuk merencanakan strategi keluar.


Kesehatan pemilik (direktur)

Sayangnya, mungkin ada saatnya kesehatan Anda tidak memungkinkan Anda untuk terus menjalankan bisnis. Banyak bisnis kecil dapat menempatkan kesuksesan mereka pada kerja keras dan dedikasi pemiliknya; setelah pemilik tidak dapat melanjutkan peran aktif dalam operasi, bisnis dapat menderita. Oleh karena itu, waktu sangat penting ketika kesehatan yang buruk memaksa Anda untuk menjual. Banyak pemilik perusahaan menjual perusahaannya karena alasan ini.


Tidak ada generasi penerus yang mau melanjutkan bisnis keluarga

Terkadang pemilik terpaksa menjual perusahaannya karena memang tidak ada anak cucunya yang mau melanjutkan bisnis orang tuanya. Sang anak mungkin tidak suka dengan bisnis ortu atau sudah punya bisnis sendiri yang lebih sesuai passion-nya. Sehingga ortu mesti menjual perusahaannya itu. 


Pemiliknya atau pendirinya wafat

Terkadang ada pendiri perusahaan yang wafat telah membuat perusahaan kehilangan tokoh penting. Daripada kedepan nilai saham perusahaan makin turun, lebih dijual sahamnya saat masih bernilai tinggi. 


Pemilik ingin melakukan sesuatu yang berbeda

Mungkin saja pemilik sudah muak menjalankan bisnis dan ingin mengalihkan tangan mereka ke sesuatu yang sama sekali berbeda. Menjalankan bisnis seringkali memakan waktu dan tenaga, dan mungkin ada saatnya istirahat, baik permanen atau sementara, diperlukan.


Pemilik telah menemukan bisnis lain yang lebih menguntungkan dan sekarang ingin fokus di bisnis lain tersebut 

Jika peluang dari sesuatu yang lebih menguntungkan secara finansial datang, maka mungkin Anda memutuskan untuk memfokuskan semua perhatian Anda pada usaha baru ini. Oleh karena itu, jika Anda tidak dapat mendedikasikan energi Anda untuk bisnis Anda saat ini, Anda dapat menjualnya kepada seseorang yang dapat memberikan waktu dan tenaga yang diperlukan.


Pemilik saat ini telah merasa sudah mentok untuk membesarkan perusahaan

Terkadang sebuah bisnis dapat berkembang sedemikian rupa sehingga para pendiri perusahaan merasa bahwa mereka tidak dapat melakukan apa-apa lagi dengannya. Agar bisnis yang sukses terus berkembang, mungkin perlu menjadi bagian dari grup yang lebih besar dengan lebih banyak sumber daya.  Kapasitas pemilik dan pengelola sudah mentok, sudah poll, sehingga dijual ke pihak lain punya kompetensi lebih baik.


Pemilik mengkhawatirkan trend profitabilitas yang makin menurun

Wajar jika Anda merasa bisnis Anda telah mencapai puncak profitabilitasnya, maka Anda ingin keluar sebelum penurunan dimulai. Ini adalah alasan umum untuk menjual bisnis, dan oleh karena itu sebagai pembeli Anda harus memastikan Anda melakukan uji tuntas dan mengambil proyeksi keuangan masa depan dengan sedikit garam.


Kekhawatiran tentang perubahan industri 

Ini dapat mencakup undang-undang baru yang diajukan, penurunan regional secara umum, atau faktor politik. Ini sekali lagi adalah alasan lain mengapa calon pembeli perlu melakukan penelitian menyeluruh sebelum membeli bisnis sebagai kelangsungan usaha. Misalnya pemikik pabrik rokok menjual perusahaannya karena tahu makin banyak aturan di industri rokok yang memusingkan.

Apa pun alasan Anda menjual bisnis, maka bila perusahaan Anda size-ya sudah besar dan ingin dijual mayoritas atau minoritas sahamnya, saya punya sejumlah relasi investor yang siap membeli saham dan berpartner. 

Hubungi marriotcapital@gmail.com atau  di HP:  081 99 00 88 905

Lebih baru Lebih lama