Investor Pra IPO Yang Bisa Anda Gandeng Sebelum Perusahaan Go Public


Investor Pra IPO, diperlukan


Dalam dunia investasi dan permodalan bisnis, ada istilah investor pre IPO atau pra IPO. Ada juga yang menyebutnya sebagai Pre-IPO placement. Intinya, ini adalah perusahaan investasi yang bisa digandeng oleh perusahaan sebelum perusahaan itu go public. Sebelum pemilik perusahaan itu menjual sahamnya di bursa saham, ia lebih dulu menghubungi atau menggandeng investor tertentu untuk membantu pendanaan agar perusahaan semakin baik dan kinclong kinerjanya. 


Apa Itu Investor Pra-IPO atau Pre IPO Placement?


Pre IPO placement adalah penjualan  blok saham dalam jumlah besar secara pribadi (private, bukan publik) sebelum saham sebuah perusahaan dicatatkan di bursa efek. Pembeli atau investor dari saham pra IPO ini biasanya adalah dari kalangan perusahaan private equity swasta, hedge fund, dan lembaga lain yang bersedia membeli saham besar di perusahaan. Karena besarnya investasi yang dilakukan dan risiko yang dihadapi, pembeli yang melakukan penempatan sebelum IPO biasanya mendapatkan potongan harga dari harga yang tertera pada calon IPO. Biasanya mereka melakukan investasi 2 atau 3 tahun sebelum go public. 

Dari perspektif perusahaan yang butuh investor, pra-IPO funding atau pre IPO financing adalah cara untuk mengumpulkan uang sebelum go public. Ini juga merupakan cara untuk mengimbangi risiko bahwa harga IPO akan terbukti optimis, dan harga tidak akan langsung naik setelah dibuka.

Dari perspektif investor atau pembeli, jumlah per saham dapat didiskon dari harga IPO yang diharapkan, tetapi tidak ada cara untuk mengetahui harga per saham yang benar-benar akan dibayar pasar. Bahkan, pembelian biasanya dilakukan tanpa prospektus dan tanpa jaminan pencatatan publik akan terjadi. Harga diskon adalah kompensasi atas ketidakpastian ini.

Tidak banyak investor individu yang mengambil bagian dalam penempatan pra-IPO. Kecuali investor kalangan perusahaan yang memang sudah biasa melakukannya. Biasanya perusahaan yang menjual saham pre IPO akan mengunci pembelinya agar tidak segera menjual semua saham mereka jika saham mereka melonjak begitu dibuka di bursa. Untuk mencegah hal ini, biasanya dilakukan lock-up period pada penempatan, sehingga pembeli tidak dapat menjual saham dalam jangka pendek.


Contoh-Contoh Penempatan Pra-IPO

Banyak investor yang sangat antusias dengan IPO Alibaba Group, konglomerat e-commerce yang berbasis di China, ketika mengumumkan akan terdaftar di Bursa Efek New York sebagai BABA pada September 2014. Tak banyak yang mengetehaui, sebelum debut publiknya, Alibaba membuka penempatan pra-IPO untuk dana besar dan investor swasta kaya. Salah satu pembelinya adalah Ozi Amanat, seorang pemodal ventura yang berbasis di Singapura. Dia membeli satu blok saham pra-IPO senilai $ 35 juta dengan harga di bawah $ 60 per saham dan kemudian mengalokasikan saham tersebut di antara investor Asia yang memiliki ikatan dengan dana miliknya, K2 Global. 

Di Indonesia, Sari Roti itu juga ada investornya sebelum IPO. Lalu Matahari Dept store dan LinkNet sebelum go public juga menggandeng investor pre-IPO. Juga Rumah Sakit Hermina, dan masih banyak contoh lain. Kebanyakan investor pre IPO melakukannya diam-diam. Bahkan terkadang tidak diketahui bahwa sesungguhnya sudah ada investor masuk. Investasi mereka tidak diketahui publik karena berbagai alasan yang berbeda-beda. 

Banyak manfaat investor pre IPO itu bagi perusahaan yang akan go public. Dalam kasus Alibaba, uang yang dibayarkan dari investor bisa memastikan bahwa perusahaan memiliki dana yang cukup sebelum IPO dan mengurangi risiko bagi Alibaba bahwa IPO tidak akan sesukses yang diharapkan perusahaan. Biasanya investor itu juga sangat membantu mendongkrak harga saham saat IPO. Apalagi bila investor itu itu kelas internasional yang namanya sudah kuat. Itu penting bagi perusahaan yang akan go public.

Namun umumnya mereka lebih suka mencari perusahaan yang dikelola dengan baik dengan sejarah pendapatan yang konsisten, dan lebih disukai, pendapatannya yang terus tumbuh. Mereka sangat concern melihat perkiraan laba perusahaan. Ketika melakukan investasi, atau membeli saham di sebuah perusahaan biasanya mereka akan melihat track record dan sukses dari pihak yang akan ditanami uang. 

Pastinya, kalau perusahaan Bapak akan go public 2-4 tahun kedepan dan butuh investor Pre-IPO, saya akan bantu karena saya memang punya sejumlah relasi perusahaan-perusahaan yang biasa melakukan investasi di perusahaan saat pre IPO.

Thanks 

Silahkan hubungi kami di : 


M:  +6281 9900 88 905

Email : fundingasia88@gmail.com


Lebih baru Lebih lama