Mendirikan Perusahaan Dengan Tujuan Untuk Dijual: Inilah Beberapa Tip dan Kiat Suksesnya

Tip Dirikan Bisnis Untuk Dijual


Anda mungkin pernah mendengar dari teman Anda yang punya perusaahaan dan kemudian sukses dijual ke investor dan ia lalu pensiun enak dan tinggal jalan-jalan ke luar negeri. Saya juga punya teman dekat demikian. Ia punya perusahaan IT bidang content provider. Ia bangun sekitar 10 tahun, perusahaan bisa besar, lalu dibeli salah group terkaya Indonesia. Perusahaan dia dibeli oleh konglomerat itu seharga Rp 320 miliar yang lalu dibagi berlima ke semua pendiri. Masing-masing dapat Rp 60 miliar lebih. Mereka tinggal jalan dan mendidik anaknya, menyekolahkan anak-anaknya di sekolah luar negeri.


Pun demikian, ada satu teman lainnya. Ia mendirikan jaringan bisnis resto. Ia bangun dari nol, lalu resto itu menjadi punya 30 cabang, lalu dijual ke investor. Perusahaan dihargai dengan 8 kali EBITDA. Ia bisa pensiun dan kemudian pindah bisnis lain, ganti bisnis lain, karena ada perjanjian setelah menjual tidak boleh mendirikan perusahaan sejenis selama 20 tahun. 


Mungkin Anda juga pernah mendengar ketika blog TechCrunch dibeli oleh AOL beberapa tahun yang lalu, pendiri Michael Arrington mencapai jackpot hingga sekitar USD 12 juta. Ia menikmati jerih payahnya, padahal ia hanya mendirikan perusahaan itu 5 tahun dan kemudian ia eksit. Ia jual ke AOL. 


Ya, mendirikan perusahaan atau mendirikan bisnis dan kemudian dijual, kini bukan sebuah mimpi dan bukan hal yang jarang terjadi. Jual beli bisnis, jual beli saham perusahaan, jual beli perusahaan kini merupakan hal lumrah. Saya punya teman Jepang yang kerja di perusahaan yang bisnisnya mengageni jual-beli perushaaan di Jepang. Ia katakan dalam sehari, perusahaannya sukses deal rata-rata 3 perusahaan yang dijual. Kenapa bisa demikian? Karena di Jepang jual beli perusahaan adalah hal biasa, bukan hal yang memalukan atau bukan hal yang aib. Orang mendirikan perusahaan lalu setelah 5 tahun dijual sahamnya itu merupakan hal biasa, bukan hal aneh, bukan hal yang aib. Mereka tidak berpikir bahwa bisnis harus seperti istri atau suami yang tak boleh pisah. Tidak, business is business. Selama ada yang beli dan menguntungkan, kenapa tidak dijual? Toh bisa mendirikan perusahaan lain! Toh bisa mendirikan perusahaan bidang bisnis lain. 


Yang menarik, bahkan ada beberapa orang atau tim yang bisnisnya mendirikan beberapa perusahaan yang setelah besar lalu dijual. Mereka punya tim founder yang punya keahlian masing-masing. Dan sejak mendirikan bisnis di awal memang sudah punya niat, suatu saat bisnisnya akan dijual. Ia memang mendirikan perusahaan untuk kemudian dijual. Menarik. Mereka mendapatkan upahnya yang bermilyar2 setelah 5-10 tahun merintis dan membesarkan perusahaan. 


Tentu saja untuk bisa sukses dalam menjalan bisnis "Built To Sell" seperti itu butuh tip dan kiat tersendiri. Ada kiat dan caranya agar perusahaan yang anda bangun memang bisa laku dijual ke investor dengan valuasi yang menarik. 


1. Bangunlah perusahaan atau bisnis untuk jangka panjang


Walaupun tujuan anda mendirikan perusahaan untuk dijual, namun dalam keseharian dalam merintis, Anda harus mengelola perusahaan dalam konteks investasi jangka panjang. Jadi harus serius dan fokus dalam membesarkan perusahaan. Tetap gunakan cara dan strategi agar perusahaan yang anda bangun menjadi perusahaan hebat dan kinerjanya baik. Kalau perusahaan Anda merupakan perusahaan yang bagus, siapapun akan tertarik datang dan membelinya. Jadi, pertama dan penting, bangunlah perusahaan dengan serius agar menjadi perusahaan yang bagus, besar dan bertumbuh.  


2. Berpikir Besar Sejak Awal


Think Big From Start. Tak ada salahnya sejak awal Anda berpikir besar. Misalnya, dalam lima tahun kedepan omset perusahaan sudah sekian M dan profit sudah sekian M. Dan anda berencana melakukan ini itu. Jadi sejak awal anda memang punya visi yang besar dan juga mencari sumber daya terbaik untuk membawa perusahaan berkembang dan menjadi pemain hebat. 


3. Bangun Bisnis Yang Transparan dan Berjalan Dengan Sistem


Perusahaan yang baik itu yang dikelola dengan transparan dan berbasis sistem. Usahakan mendirikan perusahaan sejak awal sudah menerapkan sistem yang baik, delegasi berjalan baik. Ada SOP yang teratur. Laporan keuangan dicatat dengan rapi dan memudahkan audit. Kalau perusahaan yang baik, siapapun pemiliknya, tetap akan baik-baik saja karena sistem sudah berjalan baik. Walaupun pemegang saham berganti, tidak membuat perusahaan goncang. Maka sistem manajemen dan struktur manajemen harus dibuat bagus dan diisi oleh yang profesional dari non keluarga pendiri. 


4. Harus Profitable


Pada akhirnya, ketika ada investor yang membeli perusahaan, yang dilihat pertama ialah angka profitnya atau bottom line. Investor itu mau beli saham karena ingin untung. Perusahaan harus profitable. Sebab itu jaga dengan baik profitabilitas, terutama tiga tahun sebelum dijual. Jangan sampai rugi atau merah, karena mengurangi valuasi. 


5. Rekrut SDM terbaik dari perguruan tinggi terbaik. 


Kalu tim senior management anda lulusan dari universitas terkemuka itu akan menaikkan harga perusahaan anda. Misalnya 8 dari 10 top manajer merupakan lulusan perguruan tinggi terkemuka Indonesia atau lulusan luar negeri, maka itu akan sangat berpengaruh pada nilai perusahaan anda.


6. Rekrut COO, CFO dan Operational Director yang bisa berbahasa Inggris. 

Kalau Anda punya perusahaan dengan tujuan untuk dijual, pasti anda butuh kenal dengan investor asing karena biasanya investor asing itu membeli dengan harga yang lebih baik, lebih mahal. Maka, agar investor asing itu tertarik, maka para senior management harus bisa komunikasi dengan mereka. Harus bisa ngobrol dengan mereka. Itu syarat penting. Mereka tak akan berbisnis kalau bahasa saja tak mengerti. Mereka tak akan mau berinvestasi. Bagaimana mereka akan menyuruh atau koordinasi kalau bahasa tak nyambung. Makanya senior tim mesti bisa bahasa Inggris. Ini impresi yang penting dan menaikkan valuasi perusahaan, selain aspek kinerja bisnis dan kinerja keuangan.


7. Berteman baik dan berhubunganlah dengan advisor yang biasa dan berpengalaman dalam jual beli saham perusahaan. 


Profesi semacam ini memang ada walaupun tak banyak yang benar-benar ahli. Mereka tahu bagaimana membuat struktur jual beli, bisa membantu urusan perpajakan dan audit. Dan mereka juga punya daftar investor yang bisa menjadi pembeli saham perusahaan. Kalau mau jual perusahaan, mau tak mau memang harus bekerjasama dengan advisor semacam itu. Kecuali yang mau beli perusahaan anda adalah teman kuliah anda atau anggota keluarga anda yang sudah tahu lama perusahaan Anda. 


Bila Bapak/Ibu akan menjual perusahaan milik keluarga, bisa hubungi kami. Kami ada beberapa tim yang siap bantu untuk menjualkan saham perusahaan dan sudah punya beberapa investor yang siaga untuk membeli. 


Silahkan hubungi kami di :  

HP / WA :  0812 8554 5155  

Email   :   adhi.cdc@gmail.com


Lebih baru Lebih lama