Indonesia Semakin Diminati Para Investor Global

Indonesia makin menarik bagi investor global, menjadi primadona bagi kalangan investor asing, seiring makin majunya perekonomian Indonesia dan besarnya potensi market di Indonesia.  

Sektor perdagangan internasional dan industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang paling diminati kalangan investor global.  Perdagangan global ini akan mendatangkan manfaat bagi Indonesia karena Indonesia merupakan tempat sourcing produk yang sangat baik. Tingginya pangsa pasar di Indonesia, juga menarik bagi mereka, terkait jumlah penduduk yang besar, jumlah tenaga kerja yang tersedia, serta kemungkinan peningkatan produktivitas sektor tenaga kerja dan ketersediaan bahan baku merupakan nilai tambah bagi investasi asing yang masuk.





Pasar yang skala besar ini merupakan salah satu faktor utama penarik modal asing ke Indonesia. Sektor perbankan yang dinilai baik juga mendukung minat investasi asing. Investor asing sangat tertarik berinvestasi di Vietnam, namun masih ada kendala sistem perbankan di sana, sehingga investasi bisa pindah ke Indonesia. Kemudahan sistem perbankan di Indonesia adalah salah satu yang menarik investor datang ke Indonesia.

Namun tantangan yang dihadapi Indonesia, yaitu reformasi perbaikan institusi dan hukum, perlu digalakkan untuk meningkatkan investasi asing di sektor infrastruktur. Keterbukaan penting untuk menarik investor asing. Reformasi birokrasi juga perlu dilakukan karena instansi pemerintah banyak yang memanfaatkan investor untuk kepentingan pribadinya," ucapnya.

Dari tahun ke tahun nilai investasi ke Indonesia makin meningkat. Kemenperin akan terus mendorong realisasi investasi di sektor manufakur. Salah satu yang akan tempuh, kementerian ini akan meyakinkan investor yang masih ragu-ragu agar segera merealisasikan rencana investasinya. Angka investasi manufaktur cukyp menonjol, baik  penanaman modal domestik (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).

Beberapa industri yang menarik antara lain, investasi industri farmasi dan kimia, industri kertas dan percetakan, serta industri makanan. Dari kalangan PMA, banyak melakukan investasi bidang industri logam, mesin, dan elektronik . Juga investasi industri kendaraan bermotor dan alat transportasi dan industri makanan. 
Lebih baru Lebih lama