Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Saham IPO ( Saham Perdana)



membeli saham IPO juga perlu hati-hati


Membeli saham dari perusahaan yang akan mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) sering disebut sangat menjanjikan. Karena biasanya pembeli saham IPO atau yg baru go public itu akan mendapatkan keuntungan (gain) ketika saham sudah mulai listing di papan pencatatan bursa. Ada yang sebulan atau dua bulan setelah beli saham IPO, harga sahamnya naik sudah diatas 200%. Bahkan ada yang lebih. Luar biasa. 


Pertanyaannya, apakah akan selalu sebagus itu? Tentu tidak. Semua tergantung banyak hal dari perusahaan yang sedang IPO itu sendiri. 

Apa yang harus ditanyakan investor sebelum berinvestasi / membeli saham IPO, dan bagaimana investor dapat menghindari hal-hal yang bisa menjadi penyebab kerugian alias saham jeblok?


Nah, berikut ini beberapa tip bila Anda akan berinvestasi atau membeli saham IPO


1. Pahami bisnis dari perusahaan yang IPO itu 

Guru investasi Warren Buffett menghubungkan kesuksesannya sebagian dengan tetap berada dalam "lingkaran kompetensinya". Jika dia tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan perusahaan yang ia akan beli sahamnya, dia yakin kemungkinan besar ia akan banyak gagal.


 Ini  sesuatu yang harus diperhatikan saat berinvestasi, sebelum membeli sahamnya, anda harus memahami bisnis dari perusahaan itu. Perusahaan itu harus jelas dalam prospektus tentang apa produk atau layanan mereka dan masalah yang mereka pecahkan atau celah di pasar yang mereka isi. Setelah Anda memahami bisnisnya, mengidentifikasi peluang pasar adalah langkah Anda selanjutnya. Ukuran peluang dan kemampuan perusahaan untuk menangkap pangsa pasar dapat membuat perbedaan besar dalam hal pertumbuhan dan pengembalian pemegang saham. Perlu diingat bahwa ukuran pasar hanyalah perkiraan.


2. Pahami risiko bila membeli saham perusahaan itu

Berinvestasi di pasar saham membawa tingkat risiko tertentu. Mengingat banyaknya perusahaan di seluruh industri dan pengalaman masing-masing perusahaan ini, memahami risiko yang terkait dengan setiap bisnis merupakan langkah penting sebelum berinvestasi.

 Risiko spesifik perusahaan terdapat dalam prospektus dan harus dipertimbangkan sebelum melakukan investasi.


3. Meneliti tim manajemen dari perusahaan


Amati daftar orang-orang yang ditampilkan dalam prospektus sebagai direktur dan manajer. Rekam jejak mereka yang akan memimpin sangatlah penting. Apakah mereka memiliki pengalaman sebelumnya di industri ini? Sudah berapa lama mereka bekerja di perusahaan? Berapa mereka dibayar? Seberapa bulat papannya? Lakukan uji tuntas Anda pada mereka, termasuk pencarian Google. Salah satu pemberitaan negatif mungkin saja merupakan blip atau kesalahpahaman, tetapi beberapa artikel negatif mungkin menjadi tanda bahaya. Perhatikan yang kurang jelas. Misalnya, beberapa perusahaan kecil menggabungkan peran kepala eksekutif dan ketua eksekutif, yang menghemat uang tetapi menyisakan banyak kekuasaan dengan satu orang.


4. Pahami struktur permodalan dari perusahaan itu

Pemegang saham saat ini dan tingkat kepemilikan yang dimiliki oleh personel manajemen kunci (CEO, ketua, dan direktur) dapat menjadi faktor penting dalam keputusan investasi Anda. Memiliki investor dan direktur terkenal dengan kepemilikan substansial dalam bisnis harus menjadi tanda yang menggembirakan karena mereka lebih cenderung berfokus pada kesuksesan jangka panjang perusahaan. Ini tidak berarti bahwa jika manajemen memiliki lebih sedikit saham, IPO tersebut tidak bagus tetapi mungkin menyiratkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian.


Pastikan untuk memperhatikan hal-hal seperti opsi dan pembagian kinerja. Setiap saham baru juga akan memengaruhi kepemilikan Anda dan beberapa di antaranya mungkin dipicu saat listing. Ini penting untuk nilai sebenarnya dari saham Anda dan masa depan bisnis. Cari pemilik yang ingin mempertahankan 'kulit dalam permainan'. Berapa banyak saham yang mereka pertahankan di perusahaan setelah IPO, seperti apa perjanjian escrow itu dan berapa banyak opsi yang disertakan dalam penawaran?


5. Ketahui mengapa mereka ingin IPO dan bagaimana akan menggunakan dana

Karena perusahaan yang go public berusaha mengumpulkan dana dari investor, harus ada pernyataan yang jelas dalam prospektus tentang bagaimana uang itu akan digunakan.

Mengetahui ke mana perginya uang Anda harus menjadi penting bagi Anda dan akan berperan dalam kinerja investasi Anda. Perusahaan yang mengembalikan dana ke dalam bisnis akan memiliki insentif yang lebih besar agar bisnis tersebut tumbuh. Secara keseluruhan, perusahaan yang menempatkan dana untuk inisiatif pertumbuhan lebih cenderung memiliki prospek jangka panjang yang lebih besar dan memberikan investasi yang lebih stabil.


6. Lihatlah neraca keuangannya dan periksa valuasi perusahaan itu

Keuangan yang sehat merupakan faktor penting dalam kesuksesan bisnis jangka panjang. Ini akan memberi Anda indikasi tentang bagaimana perusahaan menggunakan modal yang tersedia dan sejarah pertumbuhan bisnis. Keuangan juga akan berperan dalam valuasi perusahaan. Jika sebuah perusahaan dianggap dinilai (valuasi) terlalu tinggi saat IPO, maka saham perusahaan tersebut akan sulit naik dan itu tak bagus bagi investasi Anda



Bacaan lain: 

Lebih baru Lebih lama