Sentuhan Putu Suryajaya Membesarkan Group Nikki Bali


Putu Suryajaya awalnya kepingin menjadi dokter. Karena tak 'tahan' akhirnya malah kepleset jadi pengusaha sukses. Itulah  Putu Suryajaya(32), pemilik dan pengelola Nikki Group yang punya beragam bisnis di Bali. Setamat SMA I Denpasar, Surya yang kelahiran 3 November 1975 ini diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, namun hanya dua semester ia betah menjadi calon dokter. Ia tidak kerasan. Surya kemudian memutuskan pulang ke Denpasar. “Tidak cocok dengan jiwa saya,” alasannya. Akhirnya saat orang tuanya merencanakan membangun hotel, Surya dilibatkan sepenuhnya.

Ternyata Surya memang menemukan dunianya sebagai entrepreneur. Cocok jadi pengusaha.  Kerja kerasnya menjadikannya dipercaya mengelola sepenuhnya hotel pertama milik keluarga dengan 50 kamar, 2 ballroom dan 16 meeting room itu. Ia kibarkan bendera bisnis dibawah payung PT Puri Nikki, Hotel Nikki dan Nikki Fitness Centre -- fiteness centre terbesar di Denpasar. Nikki Group berdiri dari tahun 2000 -- Nikki sendiri merupakan gabungan penggalan nama kedua orang tua Surya.

Pengalaman bisnis orang tuanya memberi Surya banyak pelajaran bagaimana harus benar-benar siap dalam segala hal sebelum memulai suatu bisnis. Surya dituntut untuk selalu siap menghadapi pasang-surut bisnis, karena itu sejak awal keterlibatan di bisnis keluarganya Surya sudah dibiasakan untuk tidak menjadi pusat perhatian, sehingga bila suatu saat terjadi sesuatu lingkungan masih bisa menerima apa adanya.

Dari sukses satu bisnis itu, bisnisnya terus dikembangkan satu per satu. Kini kepak-sayap bisnis Surya makin beragam. Melalui PT Nikki Puri Medika, ia  mengembangkan Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Bunda yang awalnya merupakan  Rumah Sakit Bersalin,  berkapasitas 55 tempat tidur. Lalu, dibawah bendera PT Nikki Puri Wisata, Surya mendirikan pusat pelatihan perhotelan berstandar internasional yang terintegrasi dengan Nikki Hotel sebagai tempat praktek. Ada lagi, PT Nikki Puri Medika yang melayani  keperluan medical check up kalangan atas dan PT Nikki Puri Siswa untuk mengoperasikan franchise sekolah Highscope Bali. Ini belum termasuk PT Puri Nikki Puri Property yang membawahi pembangunan kondotel di daerah Gatot Subroto Denpasar dan pinggiran Kuta.

Hanya dalam tempo tidak sampai 7 tahun, Nikki Group sudah berkembang pesat lewat 6 perusahaan berbadan hukum yang menampung tidak kurang dari 800 karyawan -- diluar outsourching. “Kelihatan saya terlalu agresif dalam berbisnis,” mengomentari perkembangan bisnisnya yang melaju. Tapi Surya tetap menekankan pemilihan waktu yang tepat untuk memulai suatu usaha. Surya memberi contoh, bila saat ini membangun hotel di Kuta tentu bukan saat yang tepat lagi karena keterbatasan lahan selain juga jumlah kamar yang ditawarkan juga sudah melebihi permintaan. Ia juga punya rencana mendirikan hotel baru yang ia tunda karena melihat situasi pasar.


Surya mengaku terjun ke beberapa jenis usaha karena kebetulan waktunya memang tepat untuk memulai, baik itu untuk sekolah perhotelan, rumah sakit, medical centre atau yang lainnya. Untuk lokasi bisnis-bisnisnya Surya memusatkan di daerah jalan Gatot Subroto yang  merupakan jalan vital penghubung utama untuk seluruh kabupaten di Bali, selain juga merupakan daerah baru yang memungkinkan untuk bisa berkembang. Tak heran Nikki Group memiliki banyak lahan di sepanjang jalan Gatot Subroto.

“Bisnis saya tidak punya pesaing karena saya masuk bisnis yang entry barriernya tinggi. Orang lain tidak mudah menirunya,” kata Surya. Surya mengakui sejak awal usahanya selalu mendapat bantuan pinjaman bank hingga 60% dari total investasi.



Lebih baru Lebih lama